Pendidikan Sebagai Suatu Sistem


Pendidikan Sebagai Suatu Sistem 

­­­­­­­­Sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu "Systema" yang berarti himpunan dari komponen-komponen yang saling berhubungan secara teratur dalam satu kesatuan. Menurut Abdul Kadir (2014) sistem adalah kumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan Sutabri (2012) menyatakan bahwa sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari suatu unusur, komponen, atau variabel yang teroganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kumpulan elemen, kumpulan dari suatu unsur, dan komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diharapkan.          

Pendidikan adalah salah satu komponen kehidupan masnusia di mana setiap orang yang telah lahir akan mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Mendidik seorang anak sejak kecil adalah bagian dari pendidikan dini yang lambat laun akan memperoleh pendidikan di institusi tertentu dan masyarakat. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya (Wina Sanjaya, 2005).

Pendidikan merupakan suatu sistem, sebagai sebuah sistem pendidikan terdiri dari beberapa komponen diantaranya yaitu tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode atau media pembelajaran, serta lingkungan pendidikan. Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing dan setiap komponen saling memengaruhu satu sama lain.

Pendidikan adalah usaha memanusiakan manusia, pendidikan bertujuan untuk membantu manusia menumbuhkembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Oleh sebab itu manusia tidak dapat lepas dari lingkungannya, inilah yang menyebabkan kenapa manusia sangat erat dengan lingkungannya. Salah satu cara untuk mendapatkan gambaran lebih utuh tentang pendidikan adalah menggunakan pendekatan sistem.

Sistem merupakan suatu totalitas terpadu dari semua elemen dan semua kegiatan saling berkaitan satu sama lain secara fungsional agar dapat mencapai tujuan. Maksud dari pendidikan sebagai suatu sistem adalah pendidian yang memiliki elemen-elemen atau komponen-komponen pendidikan yang dalam kegiatannya saling terikat secara fungsional.

Pendidikan adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai komponen yang saling berhubungan dan berperan penting dalam memberikan pendidikan yang efektif. Berikut adalah komponen-komponen pendidikan:

Pertama, Dasar Pendidikan. Dasar pendidikan bisa diartikan sebagai sesuatu yang menjadi titik tolak untuk memikirkan masalah-masalah pendidikan atau titik tolak untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan. Dalam pendidikan, yang menjadi dasar pendidikan adalah dasar filosofis, dasar historis, dasar psikologis, dasar sosiologis, dan dasar yuridis.

Kedua, Tujuan Pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar. Sehingga bisa diketahui bahwa tujuan dari pendidikan adalah segala hal yang dicita-citakan setiap kegiatan mendidik. Menurut Langeveld dan FH. Phonnik, ada beberapa macam tujuan pendidikan, yakni tujuan umum, khusus, tidak lengkap, sementara, insidental dan intermediet.

Ketiga, Isi Pendidika. Isi pendidikan merupakan bahan-bahan atau materi pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Dengan begitu tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

Keempat, Metode Pendidikan. Metode atau cara bagaimana dalam mendidik, supaya nantinya bisa memilih dan memakai metode yang tepat sesuai dengan tujuan dan kondisi-kondisi pendukung. Proses pendidikan memungkinkan terjadinya interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Dengan begitu metode pendidikan bisa didasarkan pada pola hubungan kedua belah pihak.

Kelima, Alat Pendidikan. Alat pendidikan adalah segala kondisi dan situasi, tindakan dan perilaku, tingkah laku dan perbuatan maupun semua hal yang diadakan dengan sengaja dan terencana yang langsung dan tidak langsung. Alat pendidikan bisa dibagi menjadi dua macam, yakni:

  • Alat pendidikan kebendaan. Fungsinya untuk mewujudkan pendidikan yang efektif.
  • Alat pendidikan bukan kebendaan, misalnya perintah, peringkat, teguran, teladan, nasehat, hadiah, pujian dan hukuman.

Keenam, Terdidik. Terdidik merupakan individu yang dijadikan sasaran kegiatan pendidikan supaya tujuan yang diharapkan bisa tercapai dengan baik.

Ketujuh, Pendidik. Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab dalam proses pendidikan supaya mengarah pada tujuan pendidikan.

Kedelapan, Tujuan Perencanaan Sistem Pendidikan. Sistem selalu berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan. Sistem pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Agar tujuan pendidikan tercapai, perlu disusun dan difungsionalkan sebuah sistem penyelenggaraan pendidikan yang baik. Berbagai komponen dalam sistem juga perlu dikenali, dipahami dan dikembangkan dengan baik sehingga dapat berfungsi dengan tepat, hal inilah yang membuat pendekatan sistem dalam penyelenggaraan pendidikan penting. Dengan pendekatan sistem kelemahan masing-masing komponen bisa diketahui dan diperbaiki sehingga tujuan yang diinginkan bisa tercapai lebih efektif dan efisien.

Pendekatan sistem bisa menghasilkan kebijakan berupa pembaruan sebagian atau menyeluruh, bertahap atau sekaligus. Kebijakan atau keputusan tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url